Ada renungan-renungan baru, dari satu topik yang sama, jika dibawakan oleh orang berbeda, apalagi khususnya jika dibawakan oleh senior CIP (convensional income person) seperti bang Rudy ini. Selamat menikmati. Komentar diharapkan dengan me-reply posting ini.
Rally Kemitraan Oktober 2020
5 Replies, 201 Views|
Ada renungan-renungan baru, dari satu topik yang sama, jika dibawakan oleh orang berbeda, apalagi khususnya jika dibawakan oleh senior CIP (convensional income person) seperti bang Rudy ini. Selamat menikmati. Komentar diharapkan dengan me-reply posting ini.
Transkrip 5 menit pertama
Mungkin sebagai pembukaan saya hanya mau bilang bahwa saya pakai batik ini sudah lama, gak pernah pakai batik selama masa COVID tadi saya sudah ulang karena saya merasa ini acara yang sangat khusus mengajak saudara-saudara untuk ingat lagi kita sedang diundang Allah menjadi mitra Allah menjadi orang-orang yang menginvestasikan hidup kita, waktu kita tenaga kita dan semua hal jadi sebagai orang-orang yang berbicara kepada para investor atau calon investor jadi saya pikir saya pakai batik saja oke. Saya ingin memulai dengan satu cerita tentang apa yang saya alami saya tidak lahir di Jakarta, tapi dalam umur di bawah satu tahun saya sudah jadi orang Jakarta karena bapak saya jaksa, pindah-pindah tempat lalu umur saya 6 bulan, bapak saya sudah pindah ke Jakarta nah, saya katakan ke teman-teman waktu di persekutuan itu saya orang Jakarta ya memang saya orang Batak, tapi saya orang Jakarta yang menikmati bertumbuh sebagai, betul-betul orang Jakarta saya orang petojo lah TK, SD, SMP, SMA saya di Jakarta, baru saya kuliah di Bandung dan bertemu dengan pelayanan navigator ketika saya lulus dan hampir lulus dari Bandung dari ITB di Bandung. Ada kata-kata yang sering diulang-ulang oleh teman-teman dalam lingkungan saya, termasuk pembimbing, pembimbing, pemimpin-pemimpin senior-senior saat itu adalah Jakarta, “Harus hati-hati masuk Jakarta, karena Jakarta itu adalah kuburan para alumni rawa-rawa siap untuk menerkam dan mematikan nyala api rohani seorang alumni yang tangguh sekalipun.” Saya orang Jakarta mendengar itu gentar sekali dan saya memang melihat dua teman seperti kehilangan kontak entah kehilangan semangat atau kehilangan data saya nggak tahu, nggak semudah hari ini ya kita bisa ada WA, ada apa saya merasa ada beberapa teman-teman saya saya tidak bisa ketemu lagi. Begitulah gambaran seremnya kota metropolitan Jakarta ibu kota yang lebih serem dari ibu tiri katanya nah gambaran-gambaran yang menakutkan itu membuat saya banyak sekali berdoa supaya Tuhan beri saya pekerjaan di Bandung saja. Tapi di Bandung ada begitu banyak perusahaan ya tidak banyak ladang pekerjaan waktu itu yang top baru kayak Nurtanio ya tapi juga kontraktor-kontraktor pesaingnya juga banyak mau jadi dosen nggak cocok lah saya nggak cukup ilmu saya dan IP saya untuk mendapatkan posisi yang terhormat itu. Nah ketika dalam kemelut itu tiba-tiba saya harus kembali ke Jakarta dan diterima bekerja di Jakarta saya tahu waktu itu maksud baik Tuhan ya supaya saya kembali ke Jakarta di Jakarta saya bertemu dengan beberapa teman itu angkatannya Om Edu, Om Marihot itu sudah ada di sana. Kami berkumpul di Rasamala ketemu dengan mereka-mereka karena jumlah kami nggak seberapa jumlah kami itu-itu sajalah tapi bersyukur waktu itu angkatan saya angkatan sebelum saya itu cukup kompak jadi kami mengisi dengan maintenance sebenarnya tujuannya satu di Rasamala. Maintenance itu adalah saling menguatkan karena mungkin di kepala kami ada pikiran kalau jauh dari sini kami jadi domba yang tersesat kami akan masuk rawa-rawa kami akan masuk kuburan alumni tadi gitu ya begitulah keadaan Jakarta waktu itu. Puji Tuhan kami melewati masa-masa yang kekeringan kota-kota sunyi tadi ya berapa puluh tahun kemudian Jakarta berubah luar biasa saya tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan detail. Tapi saya masih ingat ketika sekitar 10 tahun yang silam dengan Mas Setya dengan pelayanan yang sudah bertumbuh di daerah Depok dan sebagainya mengajak saya untuk menjadi bersama-sama mengkoordinir kota Jakarta dan disitu saya sudah melihat ada Jakarta Utara ada Jakarta Timur, ada Jakarta Selatan Jakarta Barat ada sedikit-sedikit ya. Tapi sudah terbentuk ada pelayanan ya tetaplah Rumah Sakit Cikini itu tradisional kita sudah lama disana tapi mulai ada pelayanan di Ratu Plaza, Kuningan perkantoran-perkantoran Senen Atrium dan sebagainya tapi itu masih dalam jumlah kita saling menandai saya ingat nama-nama para pemimpin disitu karena memang jumlah kami yang sudah bertambah banyak itu tidak terlalu banyak juga tapi secara singkat saya harus katakan bahwa hari ini kita bisa lihat kota Jakarta atau Jabodetabek bertumbuh sangat luar biasa diluar pemikiran.
Hari itu saya ingin mendengarkan lebih tepat tentang motivasi bang Rudy dalam memberi. Karena pengalaman masa lalu di ITB, maka bang Rudy punya pengalaman dan keyakinan yang khusus ttg hal ini. Pengertian dan keyakinan bang Rudy ini sangat khas, saya belum pernah mendengarkan orang lain mengatakan hal yang sama. Mengherankan.
(This post was last modified: 13-02-2026, 15:17 by setylist.)
Tetapi selain pengertian tentang memberi yang khas tsb, di bagian awal juga terdengar paparan tentang Jakarta dan Reg1 yang menarik. Saya bersyukur mendengarkan review tentang Jakarta/Reg1 dari senior seperti bang Rudy. Trmksh... Satu lagi renungan tambahan/sampingan dari sesi om Rudy Manurung ini adalah kisah tentang bani Yusuf yang banyak/besar dg tanah yang sempit, Yos 17:14-18. Renungan ini menjadi inspirasi sangat besar bagi pengembangan Navina dalam kepemimpinan TDN selama ini. Itulah praktek dan cara yang hebat tentang bagaimana tim-tim, orang-orang, bekerja bagi perluasan IKA. Keren. (Belum pernah dengar sebelumnya renungan spt ini.) Sedikit penjelasan (lengkapnya silakan dengarkan rekaman tsb): kalau kamu kuat dan besar, dan kamu rasa tanah sempit, carilah tanah baru. Jangan takut bahwa itu tanah subreg lain, karena semua adalah tanah Tuhan, siapa bisa ambil, ambil saja.
transkrip menit ke-5 to menit ke-7.44
(This post was last modified: 14-02-2026, 09:25 by bayuprobo.)
Dan, harapan menurut saya ini jauh lebih hebat daripada harapan atau pikiran saya Jakarta menjadi begitu bergairah melebar ke kanan dan ke kiri dari mana mereka semua datang secara singkat saya mau katakan bahwa ketika Abraham (Widodo), ketika Jerry (Lenahatu) ketika Calvin (Syatauw) membagikan kesaksiannya tadi mereka dari Ambon, dari Salatiga yang teringat dengan saya dari salah satu ayat di persekutuan doa beberapa hari yang lalu dari Yesaya 60 ayat 4 “… angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling mereka semua datang berhimpun kepadamu anak-anakmu laki-laki datang dari jauh dan anak-anakmu perempuan digendong …” Saya merasa banyak sekali alam mendatangkan orang-orang yang saya tidak tahu dari mana mereka datang mereka memiliki hati dan memiliki kehidupan yang sungguh mengasihi Tuhan. Dan, mereka ada di sekitar kami sekarang mereka bukan hanya menjadi para pemimpin-pemimpin komunitas lokal tapi orang-orang yang berani melangkah lebih jauh dengan iman mereka memenuhi Jabodetabek. Wah saya pikir begitulah cara Allah mendatangkan orang-orang yang mengasihi Allah dan orang-orang yang membawa keharuman Injil Kristus di wilayah kita saya tahu itu bukan hanya Jakarta itu bukan hanya Bogor Depok, Tanggerang, Bekasi Sentul dan sebagainya yang begitu banyak alumni sekarang di sekitar kita. Saya semakin yakin bahwa itu akan terjadi di seluruh Regional 1 saya berdoa dengan semangat dengan teman-teman dalam seminggu pertama untuk Medan untuk Batam, untuk Pekanbaru Palembang, Lampung karena sepertinya Allah yang sudah memulai itu Allah terus sedang bekerja bukan hanya membesarkan tenda-tenda kita tapi dia juga mendatangkan pekerja-pekerja entah dari mana. Sampai ayat 4 tadi yang saya baca saya sendiri heran kenapa mereka bisa datang di kiri kanan saya sekarang siapa yang menggendong mereka sehingga mereka hadir di sekitar kita itulah keadaan di sekitar ladang kita hari ini saya menit 7.44 sampai 11.42 Saya ingin mengajak Dona istri saya—sorry nanti ada orang yang bingung kenapa tiba-tiba Rudy mengajak Dona—Dona adalah istri saya. Seperti Abraham; Abraham tadi di sampingnya ada Septi. Jadi memang kita menjadi tim yang kokoh kalau istri di samping kita Mas Abraham. Dona akan bacakan Yesaya 55 ayat 1-9 silahkan Don. Yesaya 55:1-9 (TB1) ay 1. Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! ay 2. Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. ay 3. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. ay 4. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; ay 5. sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau. ay 6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! ay 7. Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. ay 8. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. ay 9. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Terima kasih Donna. ayat ini berjudul seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari Tuhan yang diceritakan dari sembilan ayat mewakili sekian ayat dari Yesaya 55 ini adalah lihat Allah sudah memperlihatkan ladang itu kepada kita dan dia ingin mengajak dan mengundang kita bermitra dengan dia jangan sia-siakan hidupmu jangan belanjakan sesuatu yang bukan roti jangan mau berjerih payah untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan dengarkanlah Tuhan supaya kita bisa melakukan supaya kita bisa memakan sesuatu yang baik nah itulah yang ditulis oleh Yesaya 55 bersyukurlah kita karena Tuhan memperhitungkan kita dan dia mengajak kita terlibat Yesaya 54 ayat 2 dan 3 lapangkanlah tempat kemahmu dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu janganlah menghematnya panjangkanlah tali-tali kemahmu dan panjangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa dan akan mendiami kota-kota yang sunyi Tuhan mengundang kita terlibat dengan ladang yang besar tapi yang akan semakin besar
Menit 11.42 - 14.38
Lapangkanlah itu karena Tuhan sedang memperhitungkan satu pekerjaan yang besar di ladang dia. Calvin bisa tayangkan bahan renungan dari tadi. Saya lupa juga saya jadi keenakan melihat batik saya jadi saya lupa bahwa saya punya bahan sebenarnya Tadi seperti yang saya sampaikan Allah mengajak kita bermitra. Tuaian banyak tapi pekerja sedikit di Lukas 10 ayat 2. Kita akan mengembang ke kanan dan ke kiri seperti apa yang saya baca tadi dari Yesaya 54 ayat 2 dan 3. Dan, itu sebabnya dia menantang kita lapangkanlah tempat kemahmu dan jangan menghematnya. silahkan di berikutnya. Siapakah kita apa yang kita pikirkan tentang tujuan hidup kita. Ini adalah ayat favorit; ya saya kira kita sering mengulang-ulang ini Efesus 2 ayat 10. Kita ini buatan Allah diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya dan dia mau supaya kita hidup di dalamnya. Kita hanya buatan Allah kita sedang melakukan pekerjaan baik yang itu berasal dari Allah. Itu adalah pekerjaan Allah itulah diri kita dan itulah tujuan hidup kita ada di dunia ini. Saya juga ingin ajak Daniel nih baca Efesus 1 ayat 4 sampai 9 silahkan Dan. Efesus 1 ayat 4 sampai 9. Eph 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Eph 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula melalui Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, Eph 1:6 supaya terpujilah anugerah-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Eph 1:7 Sebab di dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya, Eph 1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Eph 1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
14:38 - 25.03
Ada tiga kata kunci: Pertama kita ditentukan. Kedua adalah itu sesuai dengan kerelaan; kerelaan Tuhan, kerelaan kehendak Tuhan. Ketiga itu adalah rahasia ia menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita. Jadi betapa luar biasanya arti kehadiran kita dan siapa diri kita. Allah ingin melibatkan kita dalam kemitraan dengan Dia. Itu adalah rahasia Allah itu sesuai dengan kerelaan Allah sendiri dan kita sudah dipilih sebelum dunia dijadikan. Wah saya merasa tiga kata kunci, tiga kalimat kunci yang sudah cukup untuk menyatakan kesungguhan Allah menjadikan saya mitra Dia. Yesaya 6 ayat 8 inilah aku, utuslah aku. Inilah aku utuslah aku. Saya pikir kata-kata ini satu pernyataan iman yang luar biasa dari Yesaya. Tuhan saya tidak melihat siapa-siapa lagi. Saya tahu benar apa yang Tuhan sudah siapkan dengan hidup saya. Inilah saya Tuhan nyatakanlah bagaimana engkau mengutus saya dengan jelas silahkan. Di berikutnya secara nyata apa bagian saya teman-teman? Kita dilahirkan dengan kemampuan berbeda, talenta karunia yang berbeda. Saya pikir pelayanan Navigator ini luar biasa sekali. Kami di tim regional satu saja melihat keluarga Barce, keluarga Guntara, adik keluarga kami. Dulu ada keluarga Almarhum Henry sebenarnya. Kami adalah orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan kehidupan kami masing-masing. Allah melengkapi kami dengan karunia dan talenta yang luar biasa, tapi kami diingatkan dari Matius 25 ayat 14 sampai 30 ini lima talenta yang Allah berikan, lima talenta itu yang harus kami pertanggung jawabkan; tiga talenta, tiga talenta itu yang harus kami perjuangkan teman-teman. Kita tidak bisa membandingkan kita dan orang lain, tapi Allah sedang ingin kita bertanggung jawab dengan talenta dan karunia yang Allah sudah percayakan kepada kita. Itu bukan untuk kita pakai bagi kepuasan diri kita sendiri, bagian saya adalah setiap talenta dan karunia yang Allah percayakan kepada saya. Itu saya pertanggung jawabkan untuk kemuliaan Tuhan. Inilah bagian saya saya bersyukur bahwa di Pelayanan Navigator semua kita memiliki talenta dan karunia yang begitu cukup sebenarnya. Coba kita pikirkan kembali, mungkin talenta dan karunia di bagian mana yang Tuhan ingin kita pertanggungjawabkan untuk bermitra dengan Allah. Yang kedua, sebenarnya yang paling sempurna ya dia ingin kita mempersembahkan seluruh tubuh kita sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, dan itu adalah ibadah kita yang sejati dari Roma 12 ayat 1. Kemudian bagian saya yang lain adalah memberi, saya tambahkan kata-katanya memberi dari kekurangan. Kalau memberi dari kelebihan mungkin orang pikir ya kamu punya kelebihan kamu berilah. Tapi enggak semua orang punya kelebihan nah itu membuat saya merasa kurang tepat dengan menambahkan kalimat memberi dari kekurangan ini menunjukkan nilai kemurnian yang luar biasa sekali. Ini dicontohkan oleh Lukas 21 ayat 1 sampai 4 dari seorang janda miskin ketika Yesus mengangkat mukanya ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan, Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang itu sebab mereka semua memberi persembahan dari kelimpahannya tetapi janda itu memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” Empat ayat ini mengingatkan saya waktu saya memberi sebagai bagian dari hidup saya saya memberikan semuanya saya memberikan tubuh saya saya memberikan kehidupan saya saya memberikan yang terbaik yang saya punya. Saya ingat berapa puluh tahun yang lalu saya kira sudah cukup lama sebenarnya ini cerita ini. Saya mohon maaf saya minta izin dengan Om Edu. Pak Edu Napitupulu dia memberi kesaksian ke kami. Dia sharing ke beberapa dari kami waktu itu dia baru pulang dari Maluku dari Ambon—mungkin jalan-jalan pelayanan di sana. Saya ingin membagikan tentang pemberian ketika itu Ambon atau Maluku teman-teman yang berkumpul itu sebenarnya sedang mengalami masa-masa yang kesulitan ekonomi atau resesi ekonomi. Sehingga sebelum Om Edu menantang mereka, Om Edu tanya dan ngobrol lalu ada kata-kata bahwa ya kami sedang berdoa untuk kecukupan atau kehidupan yang sulit ini gitu lah kurang lebih seperti itu—mohon maaf kalau ceritanya kurang kata-katanya kurang tepat sekali tapi kontennya begitu—lalu Om Edu langsung bilang ah kalau begitu saya datang pada waktu yang tepat saya datang untuk menyampaikan bahwa ini kesempatan untuk memberi dari kekurangan. Karena dia mengutip dari Maleakhi 3 ayat 10 … bawalah seluruh persembahan-persembahan itu ke dalam rumah perbendaran supaya ada persediaan makanan di rumahku dan ujilah aku firman Tuhan semesta alam. Apakah aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan ketika di masa kekurangan kesulitan. Seperti yang kita alami saat ini pandemik berbicara tentang persembahan justru itu adalah momentum yang tepat dan saya setuju juga dengan statement ini inilah kesempatan kita untuk melihat hitung-hitungan kita dengan Allah ujilah aku kata Tuhan. Apakah dia adalah Allah yang tidak setia dengan janji-Nya. Jadi memberi itu bukan dari kelimpahan memberi dari kekurangan itulah bagian saya sekali lagi. Di bagian ketiga setelah mempersembahkan tubuh memberi dari kekurangan silahkan ayat ke poin 4 yang berikutnya di bagian ini saya agak lari sedikit. Dari cerita ini adalah poin yang menjadi favorit saya ketika saya hampir menyelesaikan kuliah saya di Bandung di tahun 80-an akhir itu waktu itu ada kesempatan bagi saya untuk merenungkan tentang menjadi pekerja mungkin seperti Abram seperti Jerry dan Calvin saksikan tadi. Di saat itu saya belajar dari Keluaran dan khususnya dari Keluaran 12-13 itu ada satu bagian di bagian itu ketika itu bangsa Israel keluar dari Mesir dengan rasa suka cita mereka keluar dari perhambaan Mesir lalu di Keluaran 13 itu ditulis—sorry saya buka saya baca ya. Ini adalah bagian favorit saya waktu itu untuk merenungkan tentang apa yang Allah ingin ketika saya mengucap syukur. “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa kuduskanlah bagiku semua anak sulung semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel baik pada manusia maupun pada hewan akulah yang empunya mereka.” Keluaran 13 ayat 2 itu sebenarnya mengatakan ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan ucapkanlah syukur untuk semua dengan cara yang memberikan yang semua yang terbaik yang kita punya kepada Tuhan. Ternak-ternak yang terbaik hasil tani yang terbaik dan puncaknya adalah persembahkan anak sulung kepada Tuhan sebagai persembahan syukurmu kepada Tuhan sebagai persembahan syukurmu kepada Tuhan. Tapi di Bilangan 3 ayat 11-13 “TUHAN berfirman kepada Musa: ‘Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku, sebab Akulah yang punya semua anak sulung. Pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, maka Aku menguduskan bagi-Ku semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan; semuanya itu kepunyaan-Ku; Akulah TUHAN.’” Saya anak sulung dari keluarga ayah ibu saya ketika saya merenungkan bagian ini saya pikir dan saya ngobrol sama bapak ibu saya kalau kita mengucap syukur kepada Tuhan mestinya kalian mempersembahkan saya sebagai persembahan kepada Tuhan persembahan yang terbaik itu adalah mempersembahkan saya. Tapi, Bilangan tiga ini mengatakan sebagai ganti dari kehadiran seorang anak sulung seperti saya saya tahu papa mama saya sangat mengasihi saya dan orang Batak itu laki-laki anak sulung itu luar biasa sekali nilainya. |
Users browsing this thread: 1 Guest(s)
